Posts

Al Fatihah: Pembuka

Image
Surat Al Fatihah (1) Al-Fatihah, berarti pembukaan. Surat Al-Fatihah, merupakan awal surat dari Al-Qur'an. Qur'an sendiri menjelaskan dirinya sebagai kitab, bahkan dengan penjelas kitabul mubin, kitab yang nyata. Kitab adalah buku. Dan sebuah buku, sudah biasa kita menemukan satu bab pembuka/pembukaan. Dalam litaratur bahasa Inggris, penamaan surat/surah yang merujuk kepada abagian dari Quran, biasa disebut chapter atau Bab. Nah, Suratul Fatihah merupakan Bab pembuka atau First Chapter or Opening Chapter dari sebuah buku yang namanya Qur'an. Bab Pembuka biasanya berisikan mengenai ringkasan, overview atau pengantar mengenai isi dari buku itu sendiri. Apa istimewanya dari sebuah Bab Pembuka (Pembukaan)? Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan satu kajian khusus, dikaji dari berbagai aspek, mendalam bahkan di antaranya dibiarkan sebagai misteri, rahasia dan kontroversi. Adalah tidak bijak, ketika buku suci dengan satu keimanan/keyakinan di sana ada kebenara...

Puasa dalam Persfektif Qur'an

Puasa di bulan Ramadhan Menurut Quran Saya sampaikan tafsir QS 2:183-189 yang berkenaan dengan bulan puasa di bulan Ramadhan dengan sumber rujukan:   The Explanation of Holy Qur’an (G. PArwez)   Quran Explain Its Self (Shabir Ahmed) QS 2:183-184 GA Parwez, mendefinisikan puasa sebagai Self Control (Pengendalian diri) . Pengendalian diri adalah prasyarat baik untuk kesabaran dan ketabahan di dalam sebuah peperangan, serta untuk membangun sistem sosial-ekonomi yang adil dan merata. Senada dengan GA Parwez, Shabir Ahmed juga mendefinisikan puasa sebagai pengendalian diri. Menurutnya, dalam menciptakan masyarakat ideal membutuhkan disiplin dan pengendalian diri di antara individu-individu. Kita yang telah memilih untuk disemangati dengan keimanan, camkanlah bahwa “Latihan kolektif” berupa puasa atau kontrol diri diharuskan untuk kita sebagaimana adanya telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kita sehingga kita diberdayakan dalam melawan kejahatan. Menurut Shabir...

Para Pejuang Pilpres

Image
Dalam Pilpres ini, aku hanyalah satu dari 192 juta rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih. Aku hanyalah mewakili suara dari tiga golongan sikap voters, dua golongan di antaranya adalah yang telah menjatuhkan pilihan untuk salah satu kandidat dan satu golongan lainnya adalah abstatin alias golput. Aku sudah memutuskan memilih salah satu paslon. Aku memutuskan pilihan, sebatas tanggung jawab seorang warga negara yang juga harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya, kelak. Aku bukanlah dari mereka, yaitu anggota dari dua golongan yang berjuang penuh dalam menyukseskan pilihannnya. Motif, emosi, aktivitas, dan harapan si akuh, tentunya berbeda dengan kaum pejuang dari kedua golongan di atas. Bisa jadi mirip dengan golongan golput. Mereka, kaum pejuang telah memperlihatkan kegigihan masing-masing, mulai dari usaha mengajak massa sampai dengan melawan issue dari pihak lain yang berusaha menjatuhkan, menggoyahkan bahkan meniadakan kalau tidak disebut menghina paslon yang didukungnya. ...

Telunjuk Menunjuk: Kasus Anti-Imgran

Image
Migrasi, perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain yang ditujukan untuk menetap. Orangnya disebut imigran. Migrasi, sudah terjadi ribuan tahun lalu. Migrasi orang Eropa (Inggris) ke Amerika, adalah contohnya. Kemudian orang-orang dari benua Afrika ke benua Amerika. Penduduk asli benua Amerika, kita tahu adalah suku Indian. Demikian juga Migrasi terjadi ke Benua Autraslia termasuk Selandia Baru, dari tanah Eropa. Suku aslinya kita kenal dengan Suku Aborigin. Karena tata dunia modern, kini migrasi sangat kental dengan aspek politik. Migrasi yang tadinya dipicu oleh kolonialisme, penaklukan atau kebutuhan tenaga kerja, saat ini migrasi tidak semudah terjadi seperti di masa lampau. Membaca sebuah artikel, mengulas motif penembakan di satu mesjid di Selandia Baru, disampaikan oleh pelaku adanya sentimen keagamaan dan antiimigran. Dalam kasus sentimen anti-imigran, pelaku lupa bahwa nenek moyangnya adalah imigran dari tanah Eropa yang telah menyingkirkan dominasi pendudu...

Muslim Belum Tentu Non Kafir

Image
Ketika secara bahasa, "Islam" berarti selamat atau damai. Maka, adalah hal yang berdasar ketika kita memberikan pengertian muslim untuk setiap orang yang menjamin keselamatan dan/atau cenderung dalam upaya-upaya menciptakan perdamaian. Islam pun secara bahasa berarti penyerahan diri/ketundukan, dan seorang muslim pun adalah mereka yang menyerahkan diri/tunduk kepada aturan Ilahi. Ketika definisi ini diterapkan dalam keseharian maka sungguh indah ketika aplikasi ketundukan adalah menjamin keselamatan orang lain, memperjuangkan perdamaian antar sesama dan secara umum adalah berbuat kebaikan. Maka siapapun yang berlaku seperti itu adalah layak dipanggil muslim. Menarik kisah dalam Al-Qur'an ketika orang-orang Arab Badui menyampaikan kepada Rasulullah bahwa mereka telah beriman. Maka Allah menyuruh Rasulullah untuk mengatakan: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu." (Lihat QS 49: 14) Dalam kisah di at...

Apelo, Masalah dengan Kafir?

Pernahkah kita bertanya, mengapa kita sebagai umat "Islam" lebih suka menyebut diri kita dengan panggilan Muslimin dibanding Muminin? Dalam al-Quran, Nabiyullah Muhammad diperintahkan untuk mengikuti "Millah Ibrahim" (16:123), di mana Ibrahim sebagaimana nabi yang lain adalah mereka yang berserah diri (musliman) kepada Allah (3:67). "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). -QS 42:13- Dalam QS 3:67, disebutkan: "Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi b...

Ujian Orang Beriman

Dalam QS 29: 2-3, dijelaskan bahwa hanya dengan berkata bahwa ia beriman kemudian mereka tidak akan diuji. Justru, sunnatullah berlaku yang pada akhirnya akan diperoleh kebenaran mana yang benar mana yang palsu/dusta. Demikian juga dalam QS 8: 28, kita mendapatkan pemahaman bahwa pahala tertinggi dari Allah berada pada mereka yang bisa lolos dalam menghadapi ujian. Dalam tulisan kali ini kita mencoba memahami ujian orang beriman dalam kaitannya dengan masalah yang bisa jadi jarang difahami bahwa hal ini adalah ujian itu sendiri. Kita mulai dari QS 7:185: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada HADITS (perkataan) manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Qur'an itu?" Dalam ayat di atas, setelah Allah mengajak kepada manusia untuk memperhatikan, merenungkan dan memahami apa-apa yang ada di langit dan di bumi sebagai ciptaan-Nya, selanjut...