Posts

Para Pejuang Pilpres

Image
Dalam Pilpres ini, aku hanyalah satu dari 192 juta rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih. Aku hanyalah mewakili suara dari tiga golongan sikap voters, dua golongan di antaranya adalah yang telah menjatuhkan pilihan untuk salah satu kandidat dan satu golongan lainnya adalah abstatin alias golput. Aku sudah memutuskan memilih salah satu paslon. Aku memutuskan pilihan, sebatas tanggung jawab seorang warga negara yang juga harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya, kelak. Aku bukanlah dari mereka, yaitu anggota dari dua golongan yang berjuang penuh dalam menyukseskan pilihannnya. Motif, emosi, aktivitas, dan harapan si akuh, tentunya berbeda dengan kaum pejuang dari kedua golongan di atas. Bisa jadi mirip dengan golongan golput. Mereka, kaum pejuang telah memperlihatkan kegigihan masing-masing, mulai dari usaha mengajak massa sampai dengan melawan issue dari pihak lain yang berusaha menjatuhkan, menggoyahkan bahkan meniadakan kalau tidak disebut menghina paslon yang didukungnya. ...

Telunjuk Menunjuk: Kasus Anti-Imgran

Image
Migrasi, perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain yang ditujukan untuk menetap. Orangnya disebut imigran. Migrasi, sudah terjadi ribuan tahun lalu. Migrasi orang Eropa (Inggris) ke Amerika, adalah contohnya. Kemudian orang-orang dari benua Afrika ke benua Amerika. Penduduk asli benua Amerika, kita tahu adalah suku Indian. Demikian juga Migrasi terjadi ke Benua Autraslia termasuk Selandia Baru, dari tanah Eropa. Suku aslinya kita kenal dengan Suku Aborigin. Karena tata dunia modern, kini migrasi sangat kental dengan aspek politik. Migrasi yang tadinya dipicu oleh kolonialisme, penaklukan atau kebutuhan tenaga kerja, saat ini migrasi tidak semudah terjadi seperti di masa lampau. Membaca sebuah artikel, mengulas motif penembakan di satu mesjid di Selandia Baru, disampaikan oleh pelaku adanya sentimen keagamaan dan antiimigran. Dalam kasus sentimen anti-imigran, pelaku lupa bahwa nenek moyangnya adalah imigran dari tanah Eropa yang telah menyingkirkan dominasi pendudu...

Muslim Belum Tentu Non Kafir

Image
Ketika secara bahasa, "Islam" berarti selamat atau damai. Maka, adalah hal yang berdasar ketika kita memberikan pengertian muslim untuk setiap orang yang menjamin keselamatan dan/atau cenderung dalam upaya-upaya menciptakan perdamaian. Islam pun secara bahasa berarti penyerahan diri/ketundukan, dan seorang muslim pun adalah mereka yang menyerahkan diri/tunduk kepada aturan Ilahi. Ketika definisi ini diterapkan dalam keseharian maka sungguh indah ketika aplikasi ketundukan adalah menjamin keselamatan orang lain, memperjuangkan perdamaian antar sesama dan secara umum adalah berbuat kebaikan. Maka siapapun yang berlaku seperti itu adalah layak dipanggil muslim. Menarik kisah dalam Al-Qur'an ketika orang-orang Arab Badui menyampaikan kepada Rasulullah bahwa mereka telah beriman. Maka Allah menyuruh Rasulullah untuk mengatakan: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu." (Lihat QS 49: 14) Dalam kisah di at...

Apelo, Masalah dengan Kafir?

Pernahkah kita bertanya, mengapa kita sebagai umat "Islam" lebih suka menyebut diri kita dengan panggilan Muslimin dibanding Muminin? Dalam al-Quran, Nabiyullah Muhammad diperintahkan untuk mengikuti "Millah Ibrahim" (16:123), di mana Ibrahim sebagaimana nabi yang lain adalah mereka yang berserah diri (musliman) kepada Allah (3:67). "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). -QS 42:13- Dalam QS 3:67, disebutkan: "Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi b...

Ujian Orang Beriman

Dalam QS 29: 2-3, dijelaskan bahwa hanya dengan berkata bahwa ia beriman kemudian mereka tidak akan diuji. Justru, sunnatullah berlaku yang pada akhirnya akan diperoleh kebenaran mana yang benar mana yang palsu/dusta. Demikian juga dalam QS 8: 28, kita mendapatkan pemahaman bahwa pahala tertinggi dari Allah berada pada mereka yang bisa lolos dalam menghadapi ujian. Dalam tulisan kali ini kita mencoba memahami ujian orang beriman dalam kaitannya dengan masalah yang bisa jadi jarang difahami bahwa hal ini adalah ujian itu sendiri. Kita mulai dari QS 7:185: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada HADITS (perkataan) manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Qur'an itu?" Dalam ayat di atas, setelah Allah mengajak kepada manusia untuk memperhatikan, merenungkan dan memahami apa-apa yang ada di langit dan di bumi sebagai ciptaan-Nya, selanjut...

Nyanyian Romantisme Kultural

Image
Romantisme Kultural, sering dilontarkan kawan-kawan saya (dulu), ketika kami berbincang seputar nostalgia kami akan pencapaian dunia islam terkait sains. Satu-satu tokoh Muslim dengan bidang dan temuannya kita sebut, dan seperti biasa koor "romantisme kultural!!!" berdendang dari kawan-kawan kami (kala itu). Kini, nyanyian romantisme kultural aku bawakan sendiri, hanya untuk mendendangkan kenestapaan, melihat diri dan dunia Islam yang makin tertinggal jauh secara sains dan teknologi dari tetangga kita (dulu lebih diarahkan ke dunia bagian Eropa). Padahal nyanyian romantisme kultural bukan kami saja yang sering mendendangkan, dari tetangga sana, sebut saja Robert Briffault, George Sarton, Howard R. Tuner, Jacques C. Reister, dan Montgomery Watt menyanyikan koor dengan lirik yang sama bahwa Dunia Arab (Mayoritas Muslim) adalah pembawa "semangat" baru dalam ilmu-pengetahuan di Eropa. Mereka menyadari bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh regenerasi sendiri. ...

Reuni di Batawi Istighotsah di Kerkop

Istri saya adalah sosok yang jauh dari hal berbau politik praktis. Jangan tanya konstelasi politik terkini padanya. Istri saya adalah orang biasa, dengan peran besar atas pengawalan dan penghantaran masa depan anak-anak. Pa, beberapa temen Ibu banyak yang kecewa ikut istighotsah di Kerkop, celotehnya, menceritakan ulang kejadian di Garut, pas sehari setelah pagelaran reuni 212 di Batawi. Bilangnya utk umum, tetapi ternyata itu kampanye "partai NU", lanjut si Ambu sambil menceritakan beberapa yg menguatkan cerita temen2 nya termasuk melarang pengibaran bendera tertentu. Komentar saya kala itu hanya senyum2 sajah. Si Ambu terus berceloteh yang mengarah kepada isue "pembohongan public". Akhirnya, sambil nyetir saya ambil gadget dan saya tunjukkan Kepadanya video dari youtube yang berisikan orasi di reuni 212. Masih sambil nyetir, mengiringi si Ambu melihat video teesebut, saya sampaikan bahwa Reuni itu sudah dipublikasikan bukan sebagai ajang kampanye. Ohhh ...